1. Latar Belakang
Agama Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Hanya dengan Islam, manusia bakal hidup selamat, bahagia dan mulia di dunia dan akhirat. RosuluLLOOH SAW bersama para Sahabat dan orang-orang yang beriman sesudahnya telah membuktikan bahwa hidup dengan cara Islam telah mampu mewujudkan pola kehidupan yang aman, damai dan sejahtera bagi ummat Islam pada khususnya dan umat manusia pada umumnya.
Ketika itu, umat Islam benar-benar telah menjadi poros kehidupan yang menakjubkan. Kesemuanya itu bisa terjadi karena RosuluLLOOH SAW bersama para Sahabat dan orang-orang yang beriman sesudahnya mampu menerapkan pola kehidupan yang diatur oleh syari'at Islam.
Bagaimana dengan umat Islam sekarang? Secara jujur tampaknya Era globalisasi yang menguat telah membawa dampak yang tidak hanya menggembirakan karena memberi sejumlah harapan, melainkan juga dampak negatif yang justru memprihatinkan. Pola ucap dan tingkah laku umat Islam saat ini banyak yang belum menampakkan keberhasilan internalisasi nilai-nilai Islam.
Pendirian Pesantren:
Berdasarkan pada hal di atas, pada tanggal 24 Jumadil Awwal 1421 H bertepatan dengan tanggal 24 Agustus 2000 M, secara formal dideklarasikan dihadapan publik oleh Abuya pada momentum Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Alun-alun Sumedang didirikannya Pondok Pesantren, Majlis Ta'lim dan Da'wah yang diberi nama Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah.
Pesantren ini berdiri di atas faham Ahlussunnah Wal Jama'ah dan menganut salah satu dari empat mazhab:
2. Makna Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah
Menurut Abuya, penamaan Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah tujuannya supaya tempat tersebut menjadi tempat pengobatan kegelisahan ummat di tengah hiruk pikuknya kehidupan masa kini.
- Asy-Syifaa (Obat Penyembuh): Diharapkan menjadi 'Rumah Sakit Bathin' bagi ummat yang memiliki penyakit ruhani, sehingga ummat bisa sampai pada ridho Allah SWT.
- Wal Mahmuudiyyah (Dan Terpuji): Diambil atau disandarkan pada karuhun atau leluhur Abuya yakni Waliyulloh Mahmuud (Syekh Abdul Manaf) di Cipatik Cigondewah Bandung, sebagai bentuk tabarruk (mengambil berkah).
3. Tujuan, Asas, dan Sifat
a. Tujuan
- Menghidupkan Kembali Ilmu Agama
Menghidupkan kembali ilmu-ilmu Agama (Ihya 'Ulumiddiin) dan Sunnah-sunnah Rasulullah SAW menuju terciptanya lebih banyak insan yang menjadi Ulama Rabbani dan hamba yang taqwa kepada Allah serta berakhlak mulia. - Mencetak Lulusan Berkualitas Internasional
Bagi para santri, diharapkan lulusannya sejajar dengan lulusan pesantren kelas dunia seperti di Tarim (Yaman), Mesir, Makkah, dan Madinah.
b. Asas
Asas Pesantren
Laa ilaaha illALLAAH MuhammadurrosuuluLLOOH
c. Sifat
Jama'ah / santri (ikhwannya) bersifat terbuka bagi setiap muslim, bersifat sukarela, tidak membedakan suku dan ras. Pesantren ini bukan organisasi sosial politik.